Saturday, 30 September 2017

Sejarah Danau Toba


Pemandangan Danau Toba.

Diperkirakan Danau Toba terbentuk saat ledakansekitar 73.000-75.000 tahun yang lalu dan merupakan letusan supervolcano (gunung berapi super) yang paling baru. Bill Rose dan Craig Chesner dari Michigan Technological Universitymemperkirakan bahwa jumlah total material pada letusan sekitar 2.800 km3 -sekitar 2.000 km3 dari Ignimbrit yang mengalir di atas tanah, dan sekitar 800 km3 yang jatuh sebagai abu terutama ke barat. Aliran piroklastik dari letusan menghancurkan area seluas 20.000 km2, dengan deposito abu setebal 600 m dengan kawah utama.

Kejadian ini menyebabkan kematian massal dankepunahan pada beberapa spesies makhluk hidup. Menurut beberapa bukti DNA, letusan ini juga menyusutkan jumlah manusia sampai sekitar 60% dari jumlah populasi manusia bumi saat itu, yaitu sekitar 60 juta manusia. Letusan itu juga ikut menyebabkan terjadinya zaman es, walaupun para ahli masih memperdebatkannya. Setelah letusan tersebut, terbentuk kaldera yang kemudian terisi oleh air dan menjadi yang sekarang dikenal sebagai Danau Toba. Tekanan ke atas oleh magmayang belum keluar menyebabkan munculnya Pulau Samosir.

Danau Toba dengan Pulau Samosir di bagian tengahnya.

Tim peneliti multidisiplin internasional, yang dipimpin oleh Dr. Michael Petraglia, mengungkapkan dalam suatu konferensi pers di Oxford, Amerika Serikat bahwa telah ditemukan situs arkeologi baru yang cukup spektakuler oleh para ahli geologi di selatan dan utara India. Di situs itu terungkap bagaimana orang bertahan hidup, sebelum dan sesudah letusan gunung berapi (supervolcano) Toba pada 74.000 tahun yang lalu, dan bukti tentang adanya kehidupan di bawah timbunan abu Gunung Toba. Padahal sumber letusan berjarak 3.000 mil, dari sebaran abunya.

Selama tujuh tahun, para ahli dari universitas Oxford tersebut meneliti proyek ekosistem di India, untuk mencari bukti adanya kehidupan dan peralatan hidup yang mereka tinggalkan di padang yang gundul. Daerah dengan luas ribuan hektare ini ternyata hanya sabana (padang rumput). Sementara tulang belulang hewan berserakan. Tim menyimpulkan, daerah yang cukup luas ini ternyata ditutupi debu dari letusan gunung berapi purba.

Penyebaran debu gunung berapi itu sangat luas, ditemukan hampir di seluruh dunia. Berasal dari sebuah erupsi supervolcano purba, yaitu Gunung Toba. Dugaan mengarah ke Gunung Toba, karena ditemukan bukti bentuk molekul debu vulkanik yang sama di 2100 titik. Sejak kaldera kawah yang kini jadi danau Toba di Indonesia, hingga 3000 mil, dari sumber letusan. Bahkan yang cukup mengejutkan, ternyata penyebaran debu itu sampai terekam hingga Kutub Utara. Hal ini mengingatkan para ahli, betapa dahsyatnya letusan super gunung berapi Toba kala itu.

Tommy Suharto: Film G30S/PKI adalah Sejarah yang Sebenarnya

Foto: Tommy Suharto/Yayas detikcom

Jakarta - Putra Presiden RI ke- 2 Suharto, Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto angkat bicara soal pemutaran film G30S/PKI. Menurutnya, film tersebut merupakan gambaran dari sejarah yang sebenarnya.

"Sangat layak (untuk ditonton). Kita tidak bisa memungkiri sejarah, itu lah sejarah yang sebenarnya," kata Tommy melakukan jalan santai di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Minggu (24/9/2017).

Dari pemutaran film tersebut, Tommy berharap tidak ada pemutarbalikan sejarah. "Kita harapkan tidak ada pemutar balikan sejarah," ujarnya.

Tommy mengatakan tidak ada paksaan kepada masyarakat untuk memutar ulang film tersebut. Ia menyebut siapapun dapat menonton film tersebut tanpa ada yang menghalang-halangi.

"Saya tanyakan siapa yang memaksa? Kan nggak ada yang memaksa. Kalau nggak mau nonton juga nggak ada yang menghalangi," tambah Tommy.

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengusulkan pemutaran kembali film G30S/PKI di lingkup internal institusinya. Dia menegaskan acara nonton bareng film kontroversial itu memang perintahnya.

"Iya itu memang perintah saya, mau apa? Yang bisa melarang saya hanya pemerintah," kata Jenderal Gatot saat ditemui seusai ziarah di Makam Bung Karno (MBK), Bendogerit, Blitar, Senin (18/9).

Kenangan masa kecil

Click ==>> Putar Video
Kenangan waktu masih tinggal di Cileungsi, Jawa Barat.
Ini bukan video aku tapi video adik aku dan sepupu aku. 😁

Puteri Mentari

Dahulu kala, di sebuah kerajaan, ada seorang puteri raja yang sangat elok rupanya. Namanya Mentari. Suatu hari, puteri Mentari bermain ke lu...