Wednesday, 26 September 2018

Bukan Peramal

Ketika awan hitam menampakkan diri,
apa kau yakin kalau hujan akan menghampiri?
Ketika terik sang mentari begitu terasa,
apa kau yakin kalau hujan tidak akan menghampiri?
Sama seperti yang kau alami dan yang ku alami. Apa kau sudah memikirkan dan merancang segalanya lalu terjadi begitu saja sesuai keinginanmu?
Kau tidak bisa memperkirakan semuanya. Kau bukan peramal bukan juga aku.
Hanya seorang manusia yang selalu hidup dalam harapan-harapan.
Harapan yang setiap hari memberikan semangat untuk menjalani hari yang ada.
Walau kau dan aku tak pernah tau, kapan harapanmu dan harapanku akan menghampiri.
Kau punya harapan, begitu juga aku.
Kau punya tujuan, begitu juga aku.
Tapi sekali lagi, ku katakan. Kau ataupun aku bukan peramal.
Sekalipun seorang peramal, dia tetap manusia. Sama seperti kau ataupun aku.
Dan manusia tak lepas dari kata salah.

Puteri Mentari

Dahulu kala, di sebuah kerajaan, ada seorang puteri raja yang sangat elok rupanya. Namanya Mentari. Suatu hari, puteri Mentari bermain ke lu...